Posted by: randy | Juni 10, 2008

Tinggal dunlud aja di link ini

http://www.evilshare.com/2a2d2978-86aa-102b-a8ce-0007e90cfb90

password = www.dxcommunity.co.cc

Posted by: randy | Mei 13, 2008

Sasirangan


Kain sasirangan yang merupakan kerajinan khas daerah Kalimantan Selatan, menurut para tetua masyarakat setempat, dulunya digunakan sebagai ikat kepala (laung), juga sebagai sabuk dipakai kaum lelaki serta sebagai selendang, kerudung, atau udat (kemben) oleh kaum wanita. Kain ini juga sebagai pakaian adat dipakai pada upacara-upacara adat, bahkan digunakan pada pengobatan orang sakit. Tapi saat ini, kain sasirangan peruntukannya tidak lagi untuk spiritual sudah menjadi pakaian untuk kegiatan sehari-hari, dan merupakan ciri khas sandang dari Kalsel. Di Kalsel, kain sasirangan merupakan salah satu kerajinan khas daerah yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Kata “Sasirangan” berasal dari kata sirang (bahasa setempat) yang berarti diikat atau dijahit dengan tangan dan ditarik benangnya atau dalam istilah bahasa jahit menjahit dismoke/dijelujur. Kalau di Jawa disebut jumputan. Kain sasirangan dibuat dengan memakai bahan kain mori, polyester yang dijahit dengan cara tertentu. Kemudian disapu dengan bermacam-macam warna yang diinginkan, sehingga menghasilkan suatu bahan busana yang bercorak aneka warna dengan garis-garis atau motif yang menawan.
Proses Pembuatan Kain Sasirangan
Pertama menyirang kain, Kain dipotong secukupnya disesuaikan untuk keperluan pakaian wanita atau pria. Kemudian kain digambar dengan motif-motif kain adat, lantas disirang atau dijahit dengan tangan jarang-jarang/renggang mengikuti motif. Kain yang telah dijahit, ditarik benang jahitannya dengan tujuan untuk mengencangkan jahitannya, sehingga kain mengerut dengan rapat dan kain sudah siap untuk masuk proses selanjutnya.
Kedua penyiapan zat warna, Zat warna yang digunakan adalah zat warna untuk membatik. Semua zat warna yang untuk membatik dapat digunakan untuk pewarnaan kain sasirangan. Tapi zat warna yang sering digunakan saat ini adalah zat warna naphtol dengan garamnya. Bahan lainnya sebagai pembantu adalah soda api (NaOH), TRO/Sepritus, air panas yang mendidih. Mula-mula zat warna diambil secukupnya, kemudian diencerkan/dibuat pasta dengan menambahkan TRO/Spirtus, lantas diaduk sampai semua larut/melarut. Setelah zat melarut semua, kemudian ditambahkan beberapa tetes soda api dan terakhir ditambahkan dengan air panas dan air dingin sesuai dengan keperluan. Larutan harus bening/jernih. Untuk melarutkan zat warna naphtol sudah dianggap selesai dan sudah dapat dipergunakan untuk mewarnai kain sasirangan.
Untuk membuat warna yang dikehendaki, maka zat warna naphtol harus ditimbulkan/dipeksasi dengan garamnya. Untuk melarutkan garamnya, diambil sesuai dengan keperluan kemudian ditambahkan air panas sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk kuat-kuat sehingga zat melarut semua dan didapatkan larutan yang bening. Banyaknya larutan disesuaikan dengan keperluan. Kedua larutan yaitu naphtol dan garam sudah dapat dipergunakan untuk mewarnai kain sasirangan, yaitu dengan cara pertama-tama mengoleskan/menyapukan zat warna naphtol pada kain yang telah disirang yang kemudian disapukan lagi/dioleskan larutan garamnya sehingga akan timbul warna pada kain sasirangan yang sudah diolesi sesuai dengan warna yang diinginkan. Setelah seluruh kain diberi warna, kain dicuci bersih-bersih sampai air cucian tidak berwarna lagi.
Kain yang sudah bersih, kemudian dilepaskan jahitannya sehingga terlihat motif-motif bekas jahitan diantara warna-warna yang ada pada kain tersebut. Sampai disini proses pembuatan kain sasirangan telah selesai dan dijemur salanjutnya diseterika dan siap untuk dipasarkan. Sasirangan belakangan terus berkembang menyebar ke berbagai daerah seiring dengan perkembangan dunia mode yang sering mengadaptasi pakaian-pakaian tradisional. Malah terkadang sasirangan sudah menjadi pilihan pakaian resmi suatu acara. Soal harga, bisa diperoleh mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung jenis kainnya.
Kain Sasirangan adalah kain yang didapat dari proses pewarnaan rintang dengan menggunakan bahan perintang seperti tali, benang atau sejenisnya menurut corak-corak tertentu. Pada dasarnya teknik pewarnaan rintang mengakibatkan tempat-tempat tertentu akan terhalang atau tidak tertembus oleh penetrasi larutan zat warna.
Prosesnya sering diusahakan dalam bentuk industri rumah tangga, karena tidak diperlukan peralatan khusus, cukup dengan tangan saja untuk mendapatkan motif maupun corak tertentu, melalui teknik jahitan tangan dan ikatan. Tak mengherankan jika usaha kecil menengah (UKM) ini cepat berkembang di Banjarmasin.
Sisi lain yang menarik dari sasirangan adalah sebagai kain pamintan untuk fungsi pengobatan. Anda mungkin tak percaya. Tapi begitulah fakta di lapangan. Masih ada yang datang berhajat penyembuhan penyakit tertentu melalui ritual sasirangan. Yang bisa menyembuhkan pun hanyalah dari tutus keturunan pegustian Banjar. Mereka bergelar Antung atau Gusti. Yang masih aktif adalah Antung Mulik dan anaknya Antung Rahmiah. Antung Mulik adalah saudara Antung Kacil, ‘dukun’ kharismatik ahli pengobatan sasirangan terkenal di Kampung Seberang Masjid.

Posted by: randy | April 20, 2008

FENOMENA KEHIDUPAN ANAK KOST

Kehidupan anak kos memang identik dengan kehidupan yang serba apa adanya, yang penting bisa kuliah dan bisa makan, walaupun ada juga yang tidak begitu. Saya sebagai orang yang termasuk menjadi anak kos merasakan sendiri hal itu. Di sinlah kehidupan baru dimulai. Kehidupan yag mengharuskan kita untuk mandiri.
Anak kos dituntut untuk bisa lepas dari kebisaan2 yang dilakukan di rumah, karena kehidupan di rumah atau tempat asal sangat berbeda dengan kehidupan yang harus dijaani sebagai seorang anak kos. Yang biasanya kalau mau makan tinggal pergi ke dapur, karena ortu sudah menyediakan makanan. Berbeda hal nya dengan hidup di kos2an, kalua tidak masak sendiri atau beli makanan keluar maka tidak akan bisa makan. Belum lagi bertemu dengan teman2 yang baru, lingkungan masyaraka si sekiar kos yang pastinya juga baru.
Kehidupan sebagai anak kos memang berat, pasti ada masalah yang akan dihadapi, terutama masalah ekonomi, belum lagi masalah dengan teman se-kos, masalah dengan tetangga, dan masalah lainnya. Tapi saya yakin masalah yang pertama tadi merupakan masalah yang paling sering dihadapi. Tidak sedikit yang mengeluh kehabisan uang, apalagi waktu akhir bulan, banyak yang memnjam uang pada temannya. Hal itu tidak bisa dipungkiri, dan saya juga mengalaminya.
Dengan menjalani kehidupan baru, pastinya juga banyak hal2 baru yang di temui. Kerena hidup di kota besar, banyak hal2 yang menyenangkan dan tentunya juga banyak biaya yang dikeluarkan untuk hal itu. Misalnya saja tempat hiburan sepaerti diskotek. Banyak uang yang harus dikeluarkan untuk bisa menikmati hiburan tersebut. Seperti yang pernah teman sayan ceritakan kepada saya, dia pernah terjerumus kedalam gelapnya dunia narkoba. Dia bilang bila tidak memakai inex maka tidak akan merasa enak, yang ada hanya pusing dan sakit dada karena degupan musik yang sangat keras di dalam diskotek itu. Banyak uang yang dia habiskan untuk membeli barang haram tersebut. Ya kenikmatan sesaat tapi membuat ketagiahan dan yang pasti membuat banyak uang habis karenanya. Syukur2 saya tidak pernah mencobanya.
Teman saya itu termasuk orang dari keluarga yang berkecukupan, tapi walaupun begitu, banyak juga barang2 yang dia jual untuk bisa membeli barang haram tersebut. Seperti yang pernah dia ceritakan bahwa dulu dia punya hape yang terbaru yang pastinya mahal hingga hape yang paling murah dan akhinya tidak punya hape lagi melainkan punya banyak hutang. Huh mengerikan.
Belum lagi ia juga seorang pemakai sabu2, dia juga sangat suka mabok. Tapi alhamdulillah dia sekarang sudah bisa keluar dari dunia gelap itu. Tapi mungkin satu yang dia masih belum bisa dia hentikan, yaitu minum2an keras.
Ada lagi cerita tentang free sex, wah ini juga hampir menjadi hal yang wajar bagi anak kos. Karena kos yang ditempati bebas membawa cewek masuk, maka selesai deh, siapa yang tau apa yang mereka lakukan berdua di dalam.
Lain lagi cerita tentang makan siang waktu bulan ramadhan, ini lebih parah lagi, mereka tidak malu2 lagi beli makanan di warung2 pinggir jalan yang buka di siang hari. Malam harinya rame2 pergi ke mesjid kaya orang mau taraweh, tapi bukan shalat malah nongkrong di tempat orang jualan pentol dan minuman lainnya. Sampai orang selesai sholat, ikutan juga pulang berlaga kaya orang selesai sholat taraweh. Waduh pokoknya parah deh.
Tapi menurut saya sich itu sah2 saja kerena itu merupakan pengalaman yang sangat berarti. Yang nantinya jadi pelajaran bagi generasi penerus supaya tidk dituruti. Selain itu hal ni juga menghapus rasa penasaran yang selalu membelenggu dalam pikiran.yaah walaupun itu sebenarnya dosa.
Mungkin karena kurangnya pengetahuan tentang agama yang jelas2 melarang itu semua yang membuat kita tidak berpikir panjang untuk menoba barang haram tersebut.
Itu sebagian kecil dari fenomena kehidupan anak kos, tapi kan tidak semua anak kos seperti itu(mudah2an). Banyak juga yag bisa menjaga dirinya dari hal yang dilarang oleh agama. Dan mudah2an apa2 yang saya tuliskan di atas tadi tidak dilakukan lagi oleh anak2 kos lainnya.

Posted by: randy | April 8, 2008

Akhirnya Bisa Bikin Blog

OY buannya, cpati olah blog, kna sariki bapa.. Jgn alasan kada bisa, gampang ja padahal. Semangat!!!

Kategori