Hehehe, sebenernya ne gak bagus di ceritakan disini, tapi kalo gak lewat sini ya dimana lagi saya sisa berbagi(ce’ilee berbagi) kebahagiaan tentang pengalaman kuliah tanpa “bunda”. Ya bunda di sini bukan berarti mama, tapi bunda adalah gelar yang kami berikan buat salah satu dosen kami di kampus, hehe. tapi baiknya gak usah disebutin lah namanya, biar yang kenal ma saya saja yang tau. Tidak ada maksud melecehkan(meulu-ulu) sih, beliau adalah termasuk dosen yang sudah turun-temurun(ah lebay…) terkenal berkategorikan “killer” di kampus kami.
Tidak bisa dipungkiri, saya menjadi salah satu korban “keganasan” beliau. Bagaimana tidak, tiga semester berturut-turut saya tidak lulus mata kuliah beliau(emang bodoh kali ya..). sungguh hasil yang menyakitkan. Entah kenapa saya juga bingung. Padahal jika kuliah dengan dosen lain saya bisa mendapat nilai yang lebih baik.
Entah kebetulan atau apa, yang pasti dua semester terakhir, saya tidak mengambil mata kuliah beliau, padahal seharusnya saya merekos atau mengulang mata kuliah beliau yang tidak lulus, tapi hati ini belum berani menghadapinya. Mungkin masih trauma kali ya.hehehe….
Keputusan saya untuk menunda mengambil mata kuliah beliau yang mana saya belum lulus itu ternyata membuahkan hasil yang cukup manis. Saya bisa memperbaiki IP saya yang pada semester I sampai semerster III “hancur” menjadi lebih  baik. Ketika semester IV dan V saya tidak mengambil mata kuliah beliau, nilai IP saya jauh lebih baik.
Hal ini membuat saya sangat bahagia. Tapi bagaimanapun juga, kedepannya saya tetap harus mengambil mata kuliahbunda. Mulai dari sekarang saya harus lebih mempersiapkan diri agar bisa lulus mata kuliah yang beliau ajarkan. Oh iya, saya juga mohon do’anya ya bagi pian yang membaca tulisan ini, supaya nanti saya bisa lulus mengambil mata kuliah beliau. Wassalam..
Kandangan 28-Januari-2009

Iklan